Semakin tuanya usia bumi membuat berbagai pihak harus terus “bersahabat” dengan kondisi lingkungan yang ada di permukaan bumi. Setiap bagian bumi pasti di selimuti oleh sampah yang disebab kan masyarakat nya. Oleh sebab itu, produk-produk ramah lingkungan terus didorong penggunaannya agar tidak semakin merusak bumi. Sampah hingga saat ini menjadi salah satu masalah untuk setiap negara. Karena sampah yang bertebaran di alun-alun kota atupun di tempat lain nya sangat lah mengganggu penglihatan dan kesehatan.

Populasi sampah semakin banyak, terutama sampah plastik. Sampah plastik dua kali lebih meningkat di bandingkan sampah kertas atau sampah lain nya. Tapi, sampah plastik bukan lah sampah yang menjijikan bagi orang-orang yang tangan kreatif. Sebab, mereka bisa membuat sampah menjadi barang-barang yang sangat indah dan bisa digunakan. Saat ini sudah banyak orang yang menyulap sampah plastik maupun kertas menjadi barang-barang yang unik dan bisa di jual. Dan apakah kamu percaya bahwa ada laptop yang dikemas pakai sampah laut? Lho, emang nya ada ya? Nah, karena sama-sama penasaran yuk kita baca hingga selesai.

Laptop Dikemas Pakai Sampah Laut

Untuk pertama kalinya vendor PC asal Amerika Serikat, Dell menyertakan produk hasil daur ulang dalam kemasan laptop keluaran terbarunya XPS 13 2-in-1 yang dibanderol Rp28 juta. Produk daur ulang tersebut berupa lembaran kemasan yang diolah dari sampah plastik laut.

Managing Director Dell EMC Indonesia Catherine Lian menjelaskan, upaya ini merupakan bagian dari strategi global Dell untuk rantai pasokan yang ramah lingkungan. Pada 2017 ini, program percontohan daur ulang sampah plastik laut Dell diharapkan bisa mengurangi 7,25 metrik ton plastik yang mencemari lautan.

Dell menjadi yang pertama di industri teknologi yang menciptakan kemasan dari daur ulang sampah plastik laut. Alas kemasan kotak Dell XPS 13 2-in-1 terbuat dari daur ulang plastik laut yang dikumpulkan dari perairan dan pantai (25 persen) yang dicampur dengan plastik HDPE daur ulang lainnya (75 persen sisanya).

Ia menuturkan, semua benda tersebut kemudian dikumpulkan, seperti botol dan tempat makan plastik, yang merupakan bagian dari strategi rantai pasokan berkelanjutan Dell. Pada 2017, program percontohan daur ulang plastik laut Dell disebut akan mencegah 16.000 pon atau lebih dari 7,250 kilogram plastik masuk ke laut.

Selain itu, inovasi ini untuk mendukung ‘Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-14’. Dell juga berkomitmen meningkatkan penggunaan tahunan plastik laut hingga sepuluh kali lipat pada 2025. Dell juga berencana membentuk kelompok kerja industri untuk mewujudkan rantai pasokan plastik laut di tingkat global. Dell telah mengapalkan XPS 13 2-in-1 menggunakan kemasan plastik laut ke seluruh dunia sejak 30 April 2017 dan berencana untuk mengembangkan inisiatif ini ke lini-lini produk lainnya dalam waktu dekat.

Program percontohan Dell ini adalah hasil dari keberhasilan studi kelayakan yang dilakukan bulan Maret 2016 di Haiti. Dell memiliki sejarah panjang menggabungkan bahan-bahan berkelanjutan dan daur ulang ke dalam produk dan kemasannya. Per Januari 2017, Dell telah mencapai tujuan perusahaan 2020, untuk menggunakan 50 juta pon atau lebih dari 22,6 juta kilogram materi daur ulang dalam produk-produknya.

“Dell adalah yang pertama, dan masih menjadi satu-satunya, perusahaan yang menawarkan komputer dan monitor yang mengandung limbah plastik elektronik dan serat karbon daur ulang”.

Proses Daur Ulang

Catherine lalu memaparkan bagaimana pihaknya melakukan pemrosesan daur ulang sampah menjadi alas kemasan kotak notebooknya. Pertama mereka mengumpulkan sampah dari perairan dan pantai. Kemudian melakukan penyortiran mana sampah yang dapat dimanfaatkan. Setelah disortir kemudian dicampur dengan pastik HDPE daur ulang lainnya yang dikumpulkan dari sumber seperti botol dan temanpat makan plastik. Komposisinya sampah laut 25%, sisanya plastik HDPE daur ulang.

Hasil campuran tadi kemudian dibentuk dalam lembaran-lembaran untuk kemasan Dell XPS. Selanjutnya lembaran tadi bisa didaur ulang kembali setelah tidak digunakan. Setelah XPS 13 2-in-1 ini, Dell memastikan kemasan perangkatnya akan menggunakan plastik laut. Untuk membantu memastikan kemasan ini tidak kembali ke laut, Dell membubuhkan simbol daur ulang No. 2 yang artinya alas kemasan laptop tersebut adalah plastik high-density polyethylene/HDPE yang umumnya dapat didaur ulang di banyak lokasi.

“Dell berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan sampah laut daur ulang hingga sepuluh kali lipat di tahun 2025. Dell juga akan membentuk kelompok kerja industri untuk mewujudkan rantai pasokan plastik laut di tingkat global,” pungkas Catherine.

Kelebihan Laptop “Dell” XPS 13 2-in-1

Laptop Dell XPS 13 2-in-1 ini hadir dengan layar ukuran 13 inci berteknologi infinity Edge yang mendukung resolusi maksimal QHD. Untuk tampilan desain bodi, laptop ini memiliki ukuran cukup tipis yang menawarkan fitur touch screen pada bagian layar nya. Sedangkan untuk memaksimalkan performa nya laptop Dell XPS 13 2-in-1 menggunakan prosesor Core i7 Generation yang mendukung intel VPro. Untuk Storage dari laptop ini menggunakan SSD dengan pilihan kapasitas 128 GB, 256 GB dan 512 GB.

Selain di daur ulang dari sampah plastik laut, hal lain yang membuat lapton Dell XPS 13 2-in-1 ini lebih menarik ialah layar laptop ini bisa diputar hingga 360 derjat ke bagian belakang hingga seolah-olah laptop ini menjadi tablet. Serta keamana dari Windows Hello berupa dual kamera yang terpasang pada bagian bawah behel layar yang memiliki fitur iris scanner serta laptop ini dilengkapi dengan sensor pemindai sidik jari/finger print scanner yang bisa digunakan sebagai pembuka kunci dari perangkat laptop Dell XPS 13 2-in-1.