Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan waktu rotasi dan revolusi tertentu. Sedangkan dalam kamus besar Bahasa Indonesia, satelit adalah bintang siarah yang mengedari bintang siarah yang lebih besar, misalnya bulan yang mengedari bumi. Satelit dapat mengelilingi planet karena adanya gaya gravitasi planet. Satelit memiliki dua jenis yakni, Satelit alami dan satelit buatan.

Satelit alami bumi adalah bulan. Selama mengelilingi bumi, bulan mengalami tiga gerakan sekaligus, yaitu rotasi, revolusi bulan mengelilingi bumi dan revolusi bulan mengelilingi matahari. Sedangkan Satelit buatan adalah salah satu benda luar angkasa buatan manusia yang mengorbit suatu planet yang dalam pembuatannya memiliki jenis dan fungsi tertentu dengan tujuan untuk kepentingan manusia. Satelit pada umum nya memiliki ukurang yang besar, tetapi berbeda dengan remaja asal India yang membuat satelit dengan ukurang yang kecil dan sangat ringan. Berikut ulasannya

Satelit Paling Ringan

Seorang remaja asal India menciptakan sebuah benda yang dianggap akan menjadi satelit paling ringan di dunia. Benda itu yang nantinya akan diluncurkan ke orbit dari fasilitas Badan Antariksa AS (NASA) pada Juni mendatang. Perangkat seberat 64 gram karya Rifath Shaarook itu terpilih sebagai pemenang dalam sebuah kompetisi yang disponsori oleh NASA.

Satelit yang dirancang pemuda berusia 18 tahun ini merupakan satelit paling ringan di dunia, lebih ringan dari ponsel pintar.

“Kami meneliti tentang satelit kubus di seluruh dunia. Hasilnya, desain punya kami-lah yang paling ringan,” kata Shaarook kepada Quartz, Rabu, 17 Mei 2017.

Pemuda asal kota Pallapati, negara bagian Tamil Nadu, India Selatan itu bukan siswa sembarangan. Dia tercatat sebagai ilmuwan utama Space Kidz India yang berlokasi di Chennai. Penelitian mengenai disain satelit itu disponspori penuh oleh lembaga itu.

Shaarook menamai satelit yang didisainnya Kalamsat. Diambil dari nama mantan Presiden India APJ Abdul Kalam yang menjadi pelopor penelitian antariksa dan pemimpin program Pengembangan Rudal Terarah dan Terpadu India. Proses pembuatan satelit ini relatif murah jika dibandingkan dengan satelit ukuran besar. Kalamsat dibuat dengan harga di bawah US$ 1.561 dollar, setara Rp20 juta. Tapi jangan remehkan kemampuannya.

KalamSat bukanlah satu-satunya penemuan pertamanya shaarook. Saat berusia 15 tahun, ia membuat sebuah balon cuaca helium sebagai bagian dari kompetisi nasional bagi para ilmuwan muda.

“Satelit ini memiliki komputer on-board terbaru dan terpasang delapan sensor untuk mengukur kecepatan, rotasi, dan atmosfer magnet bumi,” kata dia.

Disain yang dibuat Shaarook diapresiasi oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Desain Kalamsat memenangkan kompetisi ‘Cubes in Space’ mengalahkan 86 ribu desain dari 57 negara.

Rencananya, disain satelit Shaarook akan diluncurkan dari kawasan peluncuran satelit Wallops Island Facilitu di Virginia, Amerika Serikat pada 22 Juni mendatang. Pendiri program ‘Cubes in Space’ Amber Agee-DeHart mengatakan roket tersebut tidak ditujukan untuk mengorbit di Bumi.

“Tujuannya hanya untuk menguji teknologi satelit ‘Cubes’ mampu bertahan saat peluncuran,” kata Amber.

Selain mendapat kesempatan mendesain langsung satelit, Shaarook juga menerima hadiah dari NASA. Hadiah itu berupa perangkat ‘satelit’ yang mampu menjalankan misi empat jam di atas sub orbital dan mampu beroperasi di lingkungan mikro gravitasi selama 12 menit.