Siapa yang tidak suka di foto atau berfoto? Semua orang senang bila difoto atau berfoto, satu alasan yang umum adalah berfoto atau di foto akan memberikan kenangan kepada orang yang tersebut. Kamera diciptakan juga tidak pada abad ini, namun sudah ada pada abad-abad sebelumnya. Tetapi, karena semakin canggih dan jenius nya orang-orang di dunia ini, kamera semakin bagus dan memiliki kualitas yang sangat baik. Tidak sedikit para traveller memiliki kamera dengan kualitas sangat baik dan harga yang cukup mahal. Pada umum nya, tidak hanya para traveller, youtobers, kameramen atau wedding photography saja yang memiliki kamera, setiap orang yang memiliki uang lebih atau yang memang sangat hobi dengan dunia fotografi pasti memiliki kamera walau hanya memfoto diri nya sendiri atau alam disekitaran nya saja.

Memilih kualitas kamera adalah number one (nomor satu) dimana hasil foto yang bagus akan memuaskan diri karena hasil yang di dapat sangat baik. Tidak hanya pada jaman sekarang, di jaman dahulu kamera juga sudah memiliki banyak tipe dan merek. Pada saat ini kalangan anak muda sangat gemar dengan kamera DSLR, selain memiliki bentuk yang mewah DSLR juga cukup berat dibandingkan dengan kamera digital biasa. Namun, tidak hanya DSLR saja, kamera Mirrorless juga lagi degemari di kalangan anak muda, youtobers, traveller dan wedding photography. Kamera Mirrorless? mungkin kamu masih asing dengan nama kamera Mirrorless.

Kamera Mirrorless adalah kamera tanpa cermin. Namun kalau mengacu pada makna ini, berarti semua kamera non-SLR atau non-DSLR adalah kamera mirrorless, termasuk kamera saku maupun kamera prosumer. Istilah mirrorless lebih tepatnya mengacu pada mirrorless interchangeable lens camera (MILC), yaitu kamera yang lensanya bisa dilepas-pasang atau diganti, tetapi tidak dilengkapi cermin seperti DSLR. Absennya cermin ini secara langsung berdampak pada ukuran kamera mirrorless yang umumnya jauh lebih ringkas ketimbang DSLR.

Pemahaman ini pun berujung pada istilah lain dari kamera mirrorless, yaitu Compact System Camera (CSC), yang menggambarkan kelebihan kamera mirrorless: bodi ringkas, tapi merupakan sebuah sistem karena lensanya bisa digonta-ganti. Karena tidak memiliki cermin, kamera mirrorless pun otomatis tidak mempunyai optical viewfinder seperti DSLR – terkecuali sejumlah model seperti Fujifilm X-Pro2. Komponen ini digantikan oleh electronic viewfinder (EVF) yang semakin tahun semakin matang teknologinya; sanggup menampilkan gambar tanpa lag dan dalam resolusi tinggi.

Kemunculan kategori mirrorless sendiri diawali oleh Epson R-D1 di tahun 2004. Namun sebelum Panasonic Lumix DMC-G1 diperkenalkan di tahun 2008, kategori mirrorless masih belum terlalu populer. Sesudahnya, kita pun sampai ke titik dimana kamera mirrorless bisa dibilang lebih populer ketimbang DSLR seperti sekarang ini.

Berikut Ini Beberapa Merek Dan Jenis-jenis Dari Kamera Mirrorless Terbaik

1. Sony Alpha A5100

Sony Alpha A5100 adalah kamera yang sangat cocok untuk pemula yang memilih jalur kamera mirrorless, dengan fitur yang menggoda, harga terjangkau dan kualitas foto yang menggiurkan. Dibalik ukuran mungilnya, Sony Alpha A5100 dilengkapi dengan built-in wi-fi dan kemampuan merekam video 1080p pada 60fps.

Sony A5100 dijual dengan harga yang cukup menggoda, karena dengan harga di atas anda sudah mendapatkan lensa kit Sony E 16-50mm f/3.5-5,6, dan kamera mirrorless generasi terbaru yang ringkas. Dan meski sekedar paket kit, lensa ini juga dilengkap stabilizer optik yang membantu kita memperoleh foto yang tetap tajam saat kondisi agak gelap dan sangat berguna agar hasil video kita stabil.

2. Panasonic Lumix DMC-GX8

Meskipun kecil, kamera ini sangat nyaman dipegang dengan bentuk grip di sebelah kanan, kontrol kamera secara manual pun tersedia cukup lengkap. Panasonic ini juga menyematkan sensor dengan resolusi 20,3 megapiksel, terbesar diantara kamera micro four-third yang lain. Layar LCD belakang sangat jelas dan bisa diartikulasi secara bebas. Viewfinder elektroniknya pun cukup jernih dengan 2,3 juta titik.

Wi-fi dan NFC sudah ada secara built-in. Dengan body dari magnesium alloy, Panasonic Lumix DMC-GX8 tahan kena cipratan air dan oke diajak main debu. Pilihan lensa sistem micro four-third sangat banyak dengan Panasonic, Olympus dan Carl-Zeiss sebagai pemasok utamanya. Jadi, kalau kamu mencari kamera mirrorless dengan kualitas foto oke dan video 4K yang jempolan, kamera ini layak dibeli.

3. Fujifilm X-T1

Fuji memasarkan X-T1 sebagai kamera kelas profesional dengan keseluruhan body terbuat dari material aluminium alloy. Fuji X-T1 tahan diajak main gerimis dan kena cipratan air, tahan terkena lumpur dan kena benturan. Namun yang paling istimewa dari X-T1 adalah tata letak tombol-tombol pengaturan manual yang masuk akal dan nyaman yang mengingatkan kita pada layout kamera klasik yang sudah teruji.

Dan Fuji secara brilian menggabungkan-nya dengan teknologi modern kamera masa kini. Kontrol aperture dan shutter speed di Fuji sangatlah nyaman dan cepat. Saat di genggam, Fuji X-T1 ini terasa seperti kamera DSLR yang sudah akrab ditangan namun berbobot separuhnya. Fuji X-T1 ini dilengkapi viewfinder elektronik yang sangat besar dan terang (2,3 juta titik OLED) yang dilengkapi focus peeking. Kalau anda menuntut fitur modern lain, Fuji X-T1 bisa memotret burst pada 8 frame per detik di mode continuous.

4. Olympus OM-D E-M1

Penampilan Olympus OM-D E-M1 ini sangat mirip dengan kamera SLR klasik, karena memang kamera ini dibuat dengan ruh kamera SLR legendaris Olympus OM–1. Dengan harga body only yang sekitar Rp. 21 Juta, Olympus menjanjikan kamera ini sebagai kamera micro four-third terbaik. Kamera ini juga tahan diajak “menderita”, tahan debu, cipratan air dan bandel saat jatuh.

Yang membuat OM-D E-M1 ini fenomenal adalah sistem Dual Focus AF yang sangat cepat mengunci objek foto. Sistem ini menggabungkan sistem AF contrast detect dengan phase-detection. Kalau anda gemar bermain video, kamera ini juga tidak jauh tertinggal dibanding kamera DSLR.

5. Sony Alpha A6000

Sony Alpha A6000 Adalah sebuah kamera dengan sensor sekitar 24 MP berukuran APS-C, autofocus hibrida dan kecepatan pengambilan gambar terus menerus hingga 11fps. dengan kualitas DSLR Kompak. Dengan mengadopsi lensa pada chip yang gapless seperti yang ditemui di Sony a7R. erdapatnya kontrol dial atas dan roda kontrol belakang memungkinkan pengaturan cepat yang bervariasi tergantung mode pemotretan (termasuk eksposur, ISO dan WB ).

Kelebihan Yang Dimiliki Kamera Mirrorles

Seperti yang telah disebutkan, kelebihan utama kamera mirrorless adalah ukurannya ringkas dan bobotnya jauh lebih ringan, akan tetapi lensanya bisa diganti sesuai kebutuhan layaknya DSLR. Lebih lanjut, kualitas gambarnya pun tidak kalah karena umumnya mengemas sensor berukuran cukup besar; sejumlah model, seperti Sony A7R II, bahkan mengusung sensor full-frame yang biasanya hanya bisa kita jumpai pada DSLR seharga puluhan juta. Performa kamera mirrorless terkini pun sudah sangat mendekati kamera DSLR.

Demikian pula dengan kontrol manual yang lengkap. Satu-satunya aspek yang masih bisa dibilang lebih lemah daripada DSLR adalah continuous autofocus. Itulah mengapa fotografer olahraga biasanya masih lebih memilih DSLR dibanding mirrorless. Secara keseluruhan, kamera mirrorless tidak bisa lagi dipandang enteng dalam industri fotografi dan videografi. Kematangan teknologi beserta kelengkapan ekosistem lensa yang ditawarkan oleh sejumlah merek pada akhirnya mampu merebut hati pengguna, baik kalangan profesional maupun konsumen secara umum.