Hampir di setiap kota di dunia ini terdapat jaringan WiFi. Jaringan yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari ini ada semenjak banyaknya ponsel canggih yang berdatangan setiap bulan sehingga para pengguna ponsel harus menggunakannya untuk mendapatkan koneksi jaringan yang lancar dan terhindar dari keleletan. WiFi sering sekali ditemukan di berbagai tempat seperti kantor, sekolah dan bahkan di rumah. WiFi tampak seperti benda elekronik yang cahaya dan bahkan wujudnya tak terlihat atau bisa dibilang tidak memancar keluar karena ditutupi oleh bagian benda tersebut. Berbeda dengan koneksi internet kabel yang bisa kita lihat karena saling terhubung dengan komputer, namun Wi-Fi tidak tampak.

Tetapi tahukah kalian kalau sebenarnya WiFi yang tampak tak memancarkan cahaya tersebut justru memancarkan cahaya yang luar biasa yang tidak bisa dilihat dengan begitu saja melainkan harus menggunakan alat khusus yang dapat menangkap cahayanya. Yaps, alat tersebut diberi nama Light painting WiFi.

Peneliti dari Universitas Newcastle di Inggris mengusung Touch Research Project untuk menciptakan sebuhah teknologi yang mereka sebut dengan Light painting WiFi. Light painting Wi-Fi adalah teknik yang digunakan untuk menangkap cahaya WiFi melalui visualisasi. Teknologi ini dibuat oleh Timo Arnall, Euronymous Knutsen dan Einar Sneve Martinussen. Tim peneliti tersebut mengungkapkan bahwa sensor kamera pintar ini mampu menangkap sinyal WiFi. Canggih bukan?

Teknik itu sengaja dibuat untuk mengetahui bentuk sinyal sekaligus cahaya. Alhasil, teknik itu berhasil memperlihatkan cahaya dengan pola yang tampak seperti gaya fotografi dengan modus bulb. Teknologi ini menggunakan fotografi long exposure agar bisa memvisualisasikan sinyal WiFi yang selama ini tidak terlihat. Sang kreator menjuluki gambar-gambar yang dihasilkan dengan istilah ‘digital ethereal’.

Gambar yang terlihat pada foto tersebut diambil pada sebuah ruangan terbuka atau studio tertutup, disitu terlihat jelas adanya perbedaan bagaimana sinyal WiFi tersebut bergerak dan menyebar keluar. Foto yang diambil oleh studio tersebut memperlihatkan sinyal WiFi yang bisa bergerak berdasarkan interaksi objek. Warnanya bergerak dimulai dari biru untuk menunjukan sinyal yang lemah dan warna merah untuk menunjukan sinyal yang kuat.

Ingin melihat seperti apa bentuk sinyal WiFi itu sebenarnya? Ya, WiFi yang dimaksud di sini bukan perangkat untuk memancarkan sinyal tetapi melainkan sinyal yang dipancarkan. Selama ini sinyal tersebut memang tak terlihat oleh mata telanjang tetapi dengan menggunakan sensor pintar dan kamera canggih penangkap sinyal WiFi, bentuk sinyal tersebut dapat kita lihat. Dari video diatas sudah terlihat bahwa seseorang sedang dikelilingi sinyal Wi-Fi, yang berarti ia sedang berselancar di dunia maya menggunakan jaringan tersebut.

Menyelidiki WiFi

Untuk mengetahui bentuk dan warna dari WiFi digunakan Light painting WiFi yang berbentuk seperti tongkat yang berfungsi untuk mengukur dan memvisualisasikan kekuatan sinyal WiFi. Ketika mulai bergerak, maka perubahan dalam sinyak WiFi pun sudah terlihat. Pengukur dengan sebuah antena WiFi tersebut benar-benar menunjukan hasil yang menakjubkan. Pengukuran cahaya tersebut memperlihatkan bahwa WiFi sedang beroperasi dan cahaya tongkat tersebut kemudian dipindahkan ketempat lain untuk memastikan kembali kinerja dari alat tersebut. Dan hasil yang terlihat sama seperti sebelumnya, benar-benar menakjubkan.

Selain memerlukan kreativitas yang tinggi ternyata teknik light painting juga membutuhkan perangkat kamera dengan spesifikasi tertentu. Nah, bagi kalian yang ingin melakukan hal sama seperti diatas, kalian juga dapat melakukannya sendiri loh. Tuh lihat dibawah gimana caranya.

Cara Buat Foto Light Painting

Yups, mari langsung kita lihat bagaimana cara untuk melihat bentuk sinyal WiFi itu. Pertama siapkan secangkir air panas lalu seduh dengan satu sendok kopi dan gula sesuai selera, setelah itu silakan seruput pelan-pelan dan jangan buru-buru nanti melepuh hehe, canda doang guyss, biar gak tegang. Berikut langkahnya:

Siapkan kamera dan tripod. Fungsi kamera ya buat memotret hehe, sedangkan tripod supaya hasil foto nantinya tajam dan tidak berbayang atau malah abstrak. Selain itu tripod sangat membantu jika kamu jomblo, eh maksudnya saat kamu sendirian saat memotret. Kalian bisa gunakan DSLR, mirrorless ataupun kamera poket, yang penting kameranya bisa diset manual. Pake handphone atau smartphone pun bisa asalkan punya aplikasi untuk set kamera ponsel manual, prinsip fotonya pun sama dengan yang lainnya.

– Setting kamera di mode manual
Tujuan memilih mode manual supaya kita bebas mengatur shutter speed maupun aperture yang kita mau, selain itu masa masih mau berkutat di mode Auto. Pastikan terlebih dulu kalian sudah mengetahui langkah-langkah mengatur shutter speed, aperture dan ISO di kamera karena masing-masing kamera bisa berbeda cara settingnya.

– Atur bukaan kamera
Pemilihan bukaan seperti di atas agar supaya keseluruhan foto nantinya akan tampak tajam dari ujung ke ujung.

– Pilih shutter speed lambat antara 10-30 detik
Tujuan shutter speed lambat supaya kamera bisa merekam jejak cahaya yang akan kita buat, ingat semakin rumit model dan bentuk ‘lukisan’ cahaya kita nanti, shutter speed yang dibutuhkan juga pasti lebih lama agar kamera bisa merekam semuanya. Jika bentuk yang diinginkan hanya sederhana, kalian bisa sesuaikan shutter speed yang ada karena semakin lama shutter speed maka hasil akhir foto akan semakin terang.

– Atur ISO antara 100 atau 200
Tujuan menggunakan ISO rendah agar supaya kualitas foto maksimal dan terhindar dari noise yang mengganggu.
Siap Melukis Dengan Cahaya

Setelah semuanya siap, kalian sudah bisa membuat foto light painting. Tapi ada beberapa hal yang patut diperhatikan sebelum kamu menekan tombol shutter, diantaranya:

  • Pastikan kamu sudah tahu konsep foto light painting yang mau dibuat.
  • Persiapkan sumber cahaya yang cukup terang, yang paling sederhana adalah layar handphone, atur kecerahan layar sehingga cukup terang. Lebih baik lagi jika menggunakan lampu LED warna-warni yang punya light stick.
  • Perhatikan lokasi pemotretan. Jika terlalu banyak sumber cahaya lainnya, bisa saja hasil foto akan over eksposure atau terlalu terang. Usahakan utnuk mencari tempat yang gelap.
  • Jika tak memilikitripod, kalian juga bisa menggunakan kamera yang di letakkan di atas meja atau kursi dengan permukaan datar.
  • Jangan berdiri ditengah kamera dan sumber cahaya dan pastikan kalau kalian tidak menghalangi cahaya tersebut.
  • Kalau mau buat foto light painting model tulisan, harus dibuat terbalik kanan ke kiri agar tulisannya terbaca benar di hasil foto nanti.
  • Kalau sumber cahaya agak redup, setiap kali membentuk satu model, perlambat gerakan yang ada agar tampak terang di foto, jika sumber cahaya sudah terang dengan gerakan biasa sudah mencukupi. Waktu kamu mulai menggerakan lampunya, usahakan lama setiap bentuk cahaya.
  • Ingat foto light painting yang bagus tergantung kreasi kamu, silakan berkreasi menggunakan berbagai sumber cahaya atau menggunakan objek foto seperti mobil, motor atau benda-benda lainnya. Kalian juga bisa menggunakan foto milky way untuk mendapatkan hasil yang kece.

Jadi gimana guys? Canggih banget bukan? Dengan adanya teknik seperti itu, kalian pasti akan lebih mudah untuk mengetahui bagaimana koneksi jaringan didekatmu. Selain membantu kalian juga dapat melihat langsung bagaimana bentuk sinyal tersebut. Menarik banget untuk dicoba bukan?