Pasti kalian pernahlah ya mendengar nama Masako Wakamiya yang sekarang ini sedang menjadi trending topic. Wanita tua itu menjadi trending topic dikarenakan kehebatannya yang berhasil menciptakan aplikasi perdananya di usianya yang terbilang cukup tua. Meskipun usianya terbilang tua, akan tetapi itu tidak menjadi penghalang untuk seseorang terus berusaha belajar untuk menghasilkan suatu karya.

Menciptakan suatu karya di usia tua memang tidaklah mudah. Semuanya butuh proses untuk menghasilkan suatu karya yang hebat. Wakamiya meluncurkan aplikasi iPhone perdananya di usia 81 tahun. Aplikasi tersebut bernama Hinadan yang dikembangkan Wakamiya untuk mengajarkan orang-orang tentang cara mengatur boneka pajangan saat Hinamatsuri atau Hari Boneka. Hinamatsuri merupakan festival anak perempuan yang dirayakan setiap 3 Maret.

Nama Hinadan berasal dari gabungan kata ‘hina’ yang berarti boneka serta kata ‘dan’ yang berarti deretan. Aplikasi ini sebenarnya berupa sebuah game yang meminta pemain untuk mengatur 12 boneka ke posisi yang sebenarnya. Saat Hinamatsuri, biasanya anak perempuan di Jepang akan membantu orang tuanya untuk memajang boneka yang biasanya disebut sebagai hinaningyou. Festival ini sebenarnya dilakukan untuk mendoakan pertumbuhan anak perempuan. Game ini akan berakhir saat para pemain sudah berhasil meletakkan boneka di tempat seharusnya. Selama festival tersebut, boneka hias yang mewakili kaisar dan rombongan yang mengenakan pakaian tradisional tersebut harus ditampilkan dalam susunan tertentu.

Berkat usahanya tersebut ia kini dikenal sebagai salah satu sosok menginspirasi. Wakamiya bahkan pernah membahas cara menjadi aktif di dunia digital saat usia senja. Masako Wakamiya juga yakin dan tahu bagaimana cara menggunakan komputer dengan baik sehingga sekarang ia sudah berhasil menciptakan aplikasi untuk Iphone. Selain aplikasi, Wakamiya juga akfif menulis blog, ia membagikan informasi seputar perjalanannya sekaligus mengajarkan orang-orang cara memakai Excel yang dapat diubah menjadi karya seni. Hebatnya Wakamiya bukanlah seorang yang paham dengan dunia komputer. Ia baru memulai belajar komputer saat berusia 60 tahun. Sebelum terjun ke dunia teknologi, ia sebenarnya bekerja di salah satu bank kenamaan Jepang selama 43 tahun.

Di usianya yang terbilang tua, ia justru sangat bersemangat saat menciptakan aplikasi seluler pertama yang dibuatnya. Wakamiya mengaku mempelajari bahasa programan Apple Swift, via skype dan Facebook Messenger dari seorang anak muda yang tinggal di Sendai, Utara Tokyo. Untuk menghormati tradisi kuno Hinamatsuri atau yang lebih dikenal dengan sebagai Girl’s Day, Masako Wakamiya telah menyiapkan sebuah aplikasi IOS untuk mengajarkan orang bagaimana cara menampilkan boneka tradisional Jepang saat melakukan pementasan sebuah festival.

Wakamiya berharap kalau aplikasinya tersebut membuat para pengguna smartphone bisa menikmatinya dan lebih mendorong agar orang-orang lebih aktif lagi dalam menggunakan komputer. Karena menurut Wakamiya sebagian besar aplikasi yang tersebar saat ini harus lebih dikuasai oleh kalangan remaja muda.

Tuh lihat guys, wanita tersebut tak henti-hentinya untuk terus bersemangat dan belajar walaupun di usianya yang terbilang tua. Nah, bagi kalian yang memiliki kreativitas atau mahir dalam komputer, nggak ada salahnya kan untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Jangan mau kalah ya sama wanita, wkwk. Karena seharusnya yang muda lah yang harus lebih okee.