Semua manusia di dunia ini pasti percaya akan adanya kiamat. Kiamat memiliki arti kehancuran dari alam serta kehidupan baik itu hanya semua ataupun sebagian wilayah. Akhir-akhir ini dunia kembali dihebohkan dengan jarum menit pada “Jam Kiamat” yang bergerak maju sejauh 30 detik. Jam kiamat merupakan Jam simbolis yang dikelola sejak tahun 1947 oleh Science and Security Board dan digantung kantor Bulletin di University of Chicago.

Pergerakan dari jam ini menandakan peringatan bahwa peradaban manusia telah semakin rentan dalam kehancuran. Kini jam tersebut hanya berjarak 150 detik dengan pukul 00.00. Mereka mempercayai semakin dekat jam menuju tengah malam, bencana global akan semakin mendekati.

Pekan lalu, Ketua Dewan dari Bulletin of Atomic Scientist mengumumkan jarum pada kiamat telah digeser 30 detik dari posisinya pada awal 2016 lalu. Jarum jam kiamat diubah terkahir kali pada 22 Januari 2015. Saat itu, jam menunjukkan pukul 11.57. Menyisakan 3 menit atau 180 detik waktu untuk menuju kiamat.

Pergeseran ini dibuat setelah tim dari Bulletin of the Atomic Scientists berdiskusi dengan tim pakar. Tim dibentuk dengan 15 orang ilmuan penerima Anugerah Nobel di dalamnya. Setelah pembaruan pada 26 Januari 2016 lalu, catatan sejarah mencatatkan kiamat manusia mencapai posisi terdekatnya yakni dalam waktu 60 tahun.

Ada 2 alasan yang menguatkan idealisme kiamat dari para pakar ini. Yang pertama karena ancaman perang nuklir, kedua karena perubahan iklim. Perubahan iklim diperkirakan karena kenaikan permukaan laut dan jumlah dari karbon dioksida yang ada di atmosfer. Sedangkan untuk ancaman nuklir datang dari Korea utara dan ketegangan antara India vs Pakistan. Dua negara ini dilengkapi senjata nuklir yang memiliki daya hancur luar biasa. Kekhawatiran terbesar datang dari Pemerintah baru Amerika Serikat, Donald Trump, yang tidak mempercayai adanya perubahan iklim drastis yang mengancam dunia saat ini.

Jam kiamat dirangkai pertama kali di tahun 1947, 2 tahun setelah Amerika Serikat mengebom kota Hiroshima dan Nagasaki saat perang dunia II. Ketika itu, sekelompok orang cendikiawan merasa sangat bersalah melihat hasil karya mereka sendiri. Sepanjang sejarah, waktu kiamat paling dekat terjadi di tahun 1953. Uni Soviet dan Amerika Serikat menjadi dalang akan semua ini. Kedua negara ini berlomba untuk menguji coba bom hidrogennya.

Jam ini sudah melewati berbagai waktu bersejarah dan mencegangkan yang pernah terjadi di dunia. Berikut adalah tahun dimana perjalanan jam kiamat mendekati waktunya :

  • Tahun 1953 : ketika itu jam telah mendekati detik tengah malam. Alhasil, penandaannya terlihat saat AS dan Uni Soviet menguji coba bom hidrogen.
  • Tahun 1981 : Jam menunjukkan pukul 23:56. Uni Soviet menginvasi Afghanistan dan Presiden AS, Jimmy Carter menarik atlet-atletnya dari Olimpiade Moscow.
  • Tahun 1991 : Jarum jam menjauh 17 menit dari 00:00. Pada 1990, perang dingin berakhir saat Rusia dan AS menyetujui untuk memangkas jumlah senjata nuklir masing-masing. Tembok Berlin runtuk pada tahun tersebut.
  • Tahun 1998 : Waktu menyisakan 9 menit menuju pukul 00:00. Penyebabnya karena India dan Pakistan melakukan uji coba senjata nuklir.
  • Tahun 2015 : Jarum menyisakan waktu 3 menit. Perubahan iklim ekstrim dan pembaruan dari senjata nuklir menjadi alasan pergeseran jarum jam.

Ngeri ya, mungkin jam ini dibuat agar manusia diingatkan dengan apa yang sudah dilakukan dan apa yang akan menjadi efeknya. Dengan mengetahui waktu yang semakin mendekati, manusia diharapkan dapat menjalani kehidupan mereka dengan baik.